REALITA MUSIK ANAK INDONESIA
Cinta Satu Malam, Belah Duren dll, adalah lagu dewasa yang semestinya tidak dikonsumsi oleh anak-anak, dan lagu pop yang lainnya meski terkesan biasa saja tapi tetap saja tak sepantasnya dinyanyikan oleh anak-anak. Bayangkan saja, anak kecil nyanyi lagu yang berisi kata cinta, selingkuh, cemburu dll, bukankah ini sama saja dengan berita buku pelajaran yang berisi kata istri simpanan yang sempat bikin resah para orang tua siswa.

Anak Kecil Nyanyi Lagu Dewasa – Itu Bukan Salah Mereka
Anak kecil itu ibarat kertas putih, yang akan berwarna hitam jika kita menulis dengan tinta hitam, dan berwarna merah jika tintanya merah. Anak kecil sangat peka dengan sekitar, dia akan mengikuti apa yang ditangkap panca inderanya. Tak heran jika televisi, lingkungan dan orang tuanya yang sering memutar lagu dewasa ini akan berimbas pada anak kecil.
Televisi lebih sering memutar lagu pop dewasa, sedangkan industri musik Indonesia lebih mementingkan musik komersial, yang memberikan keuntungan bagi mereka, tak peduli imbasnya pada generasi berikutnya (anak-anak). Hampir tidak ada lagu anak-anak yang mengisi blantika musik Indonesia saat ini, berbeda dengan beberapa tahun lalu dikala Maisy, Joshua dan trio kwek-kwek yang sering menghiasi layar kaca.
Peran orang tua juga sangat penting dalam memfilter tayangan TV yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh anak-anak, tapi masalahnya konten di televisi juga sangat sedikit yang dikhususkan untuk anak-anak.
Perlu Langkah Real Untuk Membenahi Ini
Tak perlu menyalahkan penyedia konten seperti televisi, radio ataupun industri musik, karena itu tidak mungkin.
Solusinya adalah dimulai dari diri kita sendiri.
Karena kita yang seharusnya mengontrol anak kecil saat menonton TV, ganti channel TV kalau dirasa tidak pantas ditonton anak-anak, atau bisa juga matikan TVnya.
Kenalkan kembali lagu anak-anak itu pada mereka. Nyanyikanlah lagu balonku, burung kakak tua, dan lain sebagainya, pasti anak kecil akan mengikuti. Ajarkan musik pada anak-anak dengan lagu anak juga, seperti yang diajarkan di PAUD ataupun TK.
Langkah Nyata Saya Untuk Pendidikan Musik Indonesia
Sebagai seorang musisi, dan juga orang yang aktif di dunia internet, saya juga turut berusaha memajukan kembali musik Indonesia, dimulai dari pendidikan musik untuk anak-anak.
Dengan menulis not angka dan not balok, lalu membagikan secara gratis di internet. Berharap bisa dijadikan media belajar untuk orang tua kepada anaknya, atau guru PAUD untuk anak didiknya, karena yang paling banyak adalah not angka lagu anak-anak, saya membaginya secara cuma-cuma di NotasiMusik.com sejak 2 bulan lalu.
Semoga langkah yang saya ambil bisa menginspirasi yang lainnya, dan bukan tidak mungkin saya akan membuat lagu anak-anak dan membagi secara cuma-cuma di channel Youtube saya, karena tak perlu menunggu produser untuk mempublish sebuah karya.
Semoga apa yang saya tulis bisa memberi solusi untuk masalah ini, karena meski kelihatan sepele, tapi ini adalah masalah besar. Jika anak-anak menyanyikan lagu dewasa, pastinya juga menonton tayangan TV yang semestinya belum pantas ditonton untuk mereka. Bisa terjadi pendewasaan dini atau yang lbih parah dari itu. Oleh karena itu, marilah kita berusaha, dimulai dari kita sendiri. (Amri MF)
Image Source www.glamzzle.com